Rabu, 23 April 2014 - 22:15
English

AS Siapkan Larangan Terbang di Suriah

Terkait :

Teraspos - AS tengah menimbang untuk memberlakukan zona larangan terbang di Suriah sepanjang perbatasan negeri itu dengan Yordania. 

Meski niat itu akan sulit diwujudkan dan mahal, opsi tersebut tetap menjadi pilihan serius AS setelah klaim yang masih diperdebatkan bahwa Assad menggunakan gas saraf.

"Washington sedang mempertimbangkan zona larangan terbang untuk membantu musuh Assad," kata seorang diplomat senior kepada Reuters. 

Dia mengatakan pemberlakuan larangan itu akan dipilih dengan 'bijaksana' termasuk soal waktu dan wilayah pemberlakuannya."Mungkin wilayah itu akan mencakup dekat perbatasan Yordania." 

Sebelumnya juru bicara Gedung Putih mengatakan memberlakukan zona larangan terbang bukan pilihan utama dan akan sangat mahal jika di implementasikan. AS tengah memikirkan opsi lain."Kami merasa tindakan terbaik adalah memperkuat oposisi moderat, " kata Deputi Penasehat Keamanan Nasional Ben Rhodes. 

Memberlakukan zona larangan terbang setidaknya bisa menghabiskan US$50 juta perhari menurut WSJ, dan akan menjadi jauh lebih mahal jika larangan terbang itu di desain untuk operasi militer skala penuh.

Pentagon berharap mitra-mitra luar negeri AS akan membantu mendanai operasi itu jika pilihan tersebut tak bisa dihindari.

Saat ini Yordania menyediakan tempat besar-besarsan bagi kehadiran besar-besaran tentara AS yang tengah menggelar latihan perang Eager Lion.

"Sepertinya saya ini adalah saat yang sangat berbahaya dan tak menyenangkan, terutama karena ulama Sunni baru saja bertemu di Kairo, Mesir dan menyerukan perang suci melawan rezim Assad. Bukannya mencoba untuk menenangkan situasi, Obama justru membuang gas ke api," kata penulis dan sejarawan Gerald Horne seperti dikutip dari rt.com.

Langkah-langkah AS di Suriah bagaimanapun terus diawasi dengan serius oleh Moskow dan Beijing setelah bencana di Libya, di mana larangan terbang berubah menjadi pengeboman skala penuh. Kedua negara itu tak ingin tragedi di Libya terulang kepada Assad.[*]



Redaktur: Teguh Nugroho

Scroll To Top